Tuesday, 24 July 2012

Sejarah dan Profil Masjid Istiqlal, Di Jakarta Pusat, Indonesia


Sejarah Masjid Istiqlal bermula dari ide presiden Soekarno yang mengadakan sayembara untuk memilih arsitektur masjid terbaik , dimana pilihan arsitektur masjid jatuh pada rancangan karya F Silaban. 

Meskipun F Silaban beragama Kristen, namun beliau banyak sekali bertanya mengenai Nabi Besar Muhammad SAW, mengenai menara serta kubah masjid , tempat beribadah umat Islam.

Masjid Istiqlal ini memiliki bangunan yang luasnya mencapai 4 hektar, berdiri diatas tanah 10 hektar serta Masjid Istiqlal mulai dibangun dari tahun 1961 sampai dengan tahun 1978, dan mampu menampung 200.000 jemaah dan Masjid Istiqlal  dinobatkan sebagai masjid ketiga terbesar didunia.

Masjid Istiqlal memiliki banyak makna, misalnya kubah mesjid yang mempunyai diameter sepanjang 45 meter, mempunyai makna sebagai tahun kemerdekaan bangsa Indonesia yaitu tahun 1945. 

Arti dari Istiqlal sendiri dari nama  Masjid Istiqlal mempunyai arti "Kemerdekaan".

Masjid Istiqlal sendiri mempunyai 5 lantai yang berari melambangkan 5 rukun Islam serta 5 waktu shalat. Adanya warna merah serta putih yang selalu menghiasi Masjid Istiqlal , melambangkan warna bendera negara Republik Indonesia.

Presiden Bung Karno yang juga merupakan seorang arsitek, menginginkan Masjid Istiqlal tersebut awet serta hemat energi, sehingga Bung Karno tidak mau ada unsur kayu di Masjid Istiqlal, sehingga hasilnya Masjid Istiqlal dibuat dari bahan stainless pada jendela, eternit, pembungkus pilar, tempat wudhu, tangga serta toilet, juga ada bahan marmer untuk lantai serta dinding dan ada bahan keramik untuk lantai selasar, tempat wudu serta kamar mandi.

 Bung karno menginginkan bahan stainless supaya Masjid Istiqlal lebih tahan lama , beda dengan bahan kayu yang dapat dimakan rayap sehingga Masjid Istiqlal tidak bisa tahan lama.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment