Saturday, 25 August 2012

Sejarah Gereja Mormon di Amerika Serikat


Berikut ini merupakan sejarah singkat perkembangan gereja Mormon di Amerika Serikat, yaitu:
Gereja Mormon memiliki nama resmi Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, didirikan oleh Joseph Smith, di daerah barat negara bagian New York  pada tahun1820-an. 

Doktrin gereja-gereja mapan saat itu menganggap Smith itu sesat serta murtad, dimana Smith mengaku sebagai rasul Tuhan yang dikarunai kitab-kitab suci baru, termasuk Book of Mormon, oleh para malaikat, demi mempersiapkan kedatangan kedua Yesus. 

Ajarannya mengajarkan penolakan terhadap konsep Trinitas, ketuhanan tritunggal yang menjadi ajaran utama agama kristen. Ajaran Mormon juga menganggap bahwa manusia dianggap dapat maju dari status awalnya sebagai ruh dan menjadi  "seperti Tuhan".

Jemaat Gereja Mormon menjadi berkembang pesat dengan jumlah jemaat mencapai 14 juta orang serta berpusat di Salt Lake City, Utah serta tersebar ke seluruh dunia.

Gereja Mormon  pada akhir abad ke -19, mengajarkan bahwa praktek poligami dibenarkan sebagai wahyu Tuhan. Gereja Mormon  juga mengajarkan semua anggota jemaat diharuskan menjadi pekabar Injil selama 2 tahun.

Praktek poligami serta praktek khas Gereja Mormon  memicu reaksi keras dari warga sekitarnya. Jemaat Gereja Mormon kemudian diusir, dikejar selama puluhan tahun, juga sempat terjadi pembunuhan massal.

Pada akhirnya, jemaat Gereja Mormon diperbolehkan tinggal di daerah terpencil yang bernama Utah Teritory, derah Utah. Pada tahun 1896, Utah disahkan menjadi negara bagian Amerika Serikat ke 45. Namun, disyaratkan, Gereja Mormon harus meninggalkan praktek poligami.

Adapun, Willard Mitt Romney, bakal calon Partai Republik untuk Amerika Serikat pada Pemilu November 2012 mendatang, memiliki agama Mormon.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment